Liberalisme Pemikiran Islam
Pendahuluan
Setelah kebangkitan Islam pada tujuh abad yang lalu 630 H sampai
1253 H adalah masa keilmuan muncul dari tokoh-tokoh Islam dan pada 1253 H sampai 1499 H adalah masa
kegelapan bagi Islam atau yang disebut dengan dark age menjadikan kesempatan
bagi Barat untuk menaklukkan Islam kembali pada tujuh abad mendatang. Barat
juga dikenal sebagai penganut paham humanism yaitu menghargai sesama Barat dan
membunuh selainnya. Sehingga konsep ini membuat Barat sangat ingin menaklukkan
Islam, karna Islam satu-satunya saingan peradaban antara Islam dan Barat. Barat
pula ingin menanamkan sebuah argument bahwa segala tindakan didunia lebih
mengutamakan rasional ketimbang ketuhanan. Dengan kerasionalan membuat
kebebasan dari setiap individu dalam berfikir, bertindak, dan bergumentasi.
Itulah yang mulai terjadi di dunia Islam, Barat ingin mengubah peradaban Islam
sesuai dengan statement yang sudah terencana, ingin mengubah dunia sesuai
dengan apa yang difikirkannya dan yang dikehendakinya. Tetapi faktanya Islam
merupakan tantangan besar bagi Barat untuk menyelesaikan rencananya, sehingga
berbagai macam cara yang terlontar kepada Islam.
Ghazwul Fikri
Lantas apa saja cara dari Barat yang terlontar untuk menaklukkan
Islam? Perang secara nyata adalah hal yang mustahil bagi Barat untuk
menaklukkan Islam, karna Islam kuat persatuan dan kesatuan satu dengan lainnya.
Lalu yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Barat adalah perang secara sembunyi atau
yang disebut dalam bahasa arab “Gazwul Fiqri”, Perang Pemikiran.
Penanaman paham-paham Barat dalam dunia Islam akan membuat perpecahan dari
kesatuan Islam dan berdampak timbulnya kelemahan Islam. Disebut juga
Waternisasi yaitu pandangan hidup Barat yang terdiri dari nilai, konsep,
sistem, kultur, tradisi, agama, kepercayaan dan lain-lain melalui berbagai
bentuk kegiatan. Cara inilah yang digencarkan para tokoh Barat untuk
menaklukkan Islam. Lalu bagaimana cara menanamkan westernisasi dalam dunia
Islam? Ada tiga cara yang diterapkan Barat untuk menanamkan Westernisasi di
dunia Islam yaitu Misionarisme, Kolonialisme, dan Orientalisme.
Misionarisme adalah bentuk penanaman paham terhadap cendikiawan muslim, remaja
muslim bahkan anak-anak muslim, mereka mencoba untuk mencari kelemahan
pemahaman dari para cendikiawan terhadap Islam, mengolah bagaimana umat Islam
menyelewengkan Islam itu sendiri. Seperti
paham Barat yang tertanam pada umat Islam adalah paham demokratis.
Kolonialisme adalah penanaman paham Barat melalui penjajahan. Orientalisme
adalah pengkajian Barat terhadap Islam dengan tujuan memperseterukan umat Islam
satu dan lainnya. Paham yang dilontarkan seperti paham liberalism, sekularisme,
nihilism, dan lainnya.
Liberalisme dan Sekularisme
Paham-paham seperti liberal dan sekuler yang mulai ditanamkan pada
dunia Islam apakah pelaku penanaman tersebut sudah pasti Barat? Apakah Barat
memang sudah menganut paham tersebut? Dalam buku karangan Hamid Fahmy Zarkasyi
yang berjudul “Liberalisasi Pemikiran Islam” mengatakan dari University of Idaho, Moscow, Idaho menyimpulkan
karakteristik pemikiran tokoh-tokoh liberal Amerika Serikat adalah sbb: Pertama
percaya pada Tuhan tapi bukan Kristen Orthodok. Kedua , kaum liberal
memisahkan antara doktrin dan etika Kristen. Ketiga, kaum liberal tidak
ada yang percaya dengan Kristen Ortodok. Keempat, menerima secara mutlak
pemisahan gereja dan negara. Kelima, percaya penuh pada kebebasan dan
toleransi beragama. Dengan demikian terbuktilah bahwa penganut paham liberal
dan sekuler adalah Barat itu sendiri kemudian mereka ingin menyebarkan paham
tersebut ke dalam dunia Islam sebagai peluru untuk menghancurkan Islam.
Dalam konteks
masyarakat Indonesia yang beragam, The Asia Foundition kini membantu
lebih dari 30 kelompok LSM dalam upaya mereka untuk mempromosikan konsep bahwa
nilai-nilai Islam itu dapat menjadi asas bagi sistem politik demokratis,
anti-kekerasan dan toleransi beragama. Mereka mencoba untuk mengedepankan titik
ajaran Islam tapi dalam ranah pemahaman mereka dan yang sesuai dengan fikiran
mereka, seperti HAM, penyatuan antar komunitas, persamaan gender, dialog antar
agama, Yayasan ini bekerjasama dengan LSM-LSM yang ormas-ormas dalam usaha
mereka menjadikan Islam sebagai media untuk demokratisasi di Indonesia. Ini
sebuah kejelasan yang mengindikasikan bahwa cara Barat menanamkan paham liberal
di dunia Islam yaitu memperkenalkan elemen-elemen penting dalam peradaban Barat
seperti persamaan gender, hak azazi manusia, pluralism agama, demokrasi dan
lainnya yang kesemuanya itu berdasarkan cara berfikir Barat. Ada juga cara
Barat memperkenalkan liberal dengan menterbitkan buku-buku tenteng liberalism
sehingga muncullah statement adanya “Islam Liberal” itulah hasil dari penanaman
Barat di dunia Islam.
Banyak hal yang
telah digunakan Barat untuk meliberalkan pemikiran di dunia Islam. Pertama mendramatisir
setiap kejadian dimana Islam sebagai subjek dalam kejadian tersebut. Kedua
penyebaran teori konsep dan ideology pada bangku-bangku kuliah di perguruan
tinggi melalui mulut para intelektual. Ketiga mendanai setiap
lembaga-lembaga Kristen, fakta ini diungapkan oleh surat kabar Boston Globe.
Dalam artikel di surat kabar itu disebutkan , organisasi-organisasi berbasis
agama Kristen yang beroperasi di luar AS, menerima sekitar 98.3 persen dari
kontrak dan total dana bantuan yang dianggarkan pemerintahan federal selama
tahun fiscal 2001-2005. Lebih dari ini, banyak cara yang digunakan mereka untuk
menanamkan paham liberal di dunia Islam seperti melalui globalisasi, media
sosial dan lainnya.
Lantas pemikiran
apa saja yang sudah tertanam dalam (aqidah dan syari’ah) Islam saat ini? Saat
ini tersebar doktrin relativisme di kalangan umat Islam, paham yang berisi
bahwa kebenaran itu sendiri adalah relatif terhadap (tergantung pada) pendirian
subjek yang menentukan. Manusia tidak dapat mengetahui kebenaran absolute,
bukan hanya di kalangan umat yang awam paham ini tertanam tapi bahkan para
cendikiawan muslim pun terpengaruh. Ada juga paham kesetaraan gender,
mensetarakan laki-laki dan perempuan dalam segala hal. Laki-laki dan perempuan
sama di mata Allah tetapi Allah lebih mengetahui mana hak laki-laki dan mana
hak perempuan di dunia, paham kesetaraan gender mengakibatkan kesuitan
berpoligami, meningkatkan perceraian karna perselingkuhan saat bekerja,
hilangnya pendidikan anak dari orang tuanya. Seperti paham pluralism yaitu paham
semua agama itu adalah benar dan semuanya masuk syurga ini juga tertanam dalam
pemikiran umat Islam, mereka mencoba untuk menggabungkan antara rasionalitas
dengan aqidah dan bermunculanlah syariah yang salah karna pengambilan bibit
pemahaman dari paham Barat.
Kesimpulan
Dari apa yang
telah dipaparkan, mengambil kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya saingan
Barat di dalam kebangkitan peradaban. Mereka mencoba untuk meruntuhkan Islam
dengan berbagai cara baik terlihat ataupun tak terlihat. Perang pemikiran
tentunya cara yang bagus bagi Barat untuk menaklukkan Islam saat ini,
menanamkan paham, ideology, kultur, agama, dan budaya Barat di sebut
westernisasi. Cara penanaman paham Barat terhadap Islam yaitu dengan tiga cara,
Misionarisme, kolonialisme, dan orientalisme. Paham liberal dan sekuler yang
digencarkan terhadap Islam tentunya ada beberapa fakta bahwa Barat menganut
paham tersebut seperti, Pertama percaya pada Tuhan tapi bukan Kristen
Orthodok. Kedua , kaum liberal memisahkan antara doktrin dan etika
Kristen. Ketiga, kaum liberal tidak ada yang percaya dengan Kristen
Ortodok. Keempat, menerima secara mutlak pemisahan gereja dan negara. Kelima,
percaya penuh pada kebebasan dan toleransi beragama. Cara meliberalkan
pemikiran Islam yaitu mereka mencoba untuk mengedepankan titik ajaran Islam
tapi dalam ranah pemahaman mereka dan yang sesuai dengan fikiran mereka,
seperti HAM, penyatuan antar komunitas, persamaan gender, dialog antar agama.
Paham liberalism adalah sebuah tantangan terbesar bagi Islam, menjadi gunting
dalam selimut, serigala berbulu domba, mereka mencoba untuk memberikan solusi
terbaik bagi umat tapi dibalik itu semua mereka sebenarnya ingin menghancurkan
umat terlebih pada Islam, memecah belah umat, tidak ada kesatuan maka tidak ada
kekuatan bagi Islam.
Oleh : Chandra Pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar