Minggu, 02 Oktober 2016

Liberalisme Pemikiran Islam


Liberalisme Pemikiran Islam

Pendahuluan
Setelah kebangkitan Islam pada tujuh abad yang lalu 630 H sampai 1253 H adalah masa keilmuan muncul dari tokoh-tokoh Islam  dan pada 1253 H sampai 1499 H adalah masa kegelapan bagi Islam atau yang disebut dengan dark age menjadikan kesempatan bagi Barat untuk menaklukkan Islam kembali pada tujuh abad mendatang. Barat juga dikenal sebagai penganut paham humanism yaitu menghargai sesama Barat dan membunuh selainnya. Sehingga konsep ini membuat Barat sangat ingin menaklukkan Islam, karna Islam satu-satunya saingan peradaban antara Islam dan Barat. Barat pula ingin menanamkan sebuah argument bahwa segala tindakan didunia lebih mengutamakan rasional ketimbang ketuhanan. Dengan kerasionalan membuat kebebasan dari setiap individu dalam berfikir, bertindak, dan bergumentasi. Itulah yang mulai terjadi di dunia Islam, Barat ingin mengubah peradaban Islam sesuai dengan statement yang sudah terencana, ingin mengubah dunia sesuai dengan apa yang difikirkannya dan yang dikehendakinya. Tetapi faktanya Islam merupakan tantangan besar bagi Barat untuk menyelesaikan rencananya, sehingga berbagai macam cara yang terlontar kepada Islam.
Ghazwul Fikri
Lantas apa saja cara dari Barat yang terlontar untuk menaklukkan Islam? Perang secara nyata adalah hal yang mustahil bagi Barat untuk menaklukkan Islam, karna Islam kuat persatuan dan kesatuan satu dengan lainnya. Lalu yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Barat adalah perang secara sembunyi atau yang disebut dalam bahasa arab “Gazwul Fiqri”, Perang Pemikiran. Penanaman paham-paham Barat dalam dunia Islam akan membuat perpecahan dari kesatuan Islam dan berdampak timbulnya kelemahan Islam. Disebut juga Waternisasi yaitu pandangan hidup Barat yang terdiri dari nilai, konsep, sistem, kultur, tradisi, agama, kepercayaan dan lain-lain melalui berbagai bentuk kegiatan. Cara inilah yang digencarkan para tokoh Barat untuk menaklukkan Islam. Lalu bagaimana cara menanamkan westernisasi dalam dunia Islam? Ada tiga cara yang diterapkan Barat untuk menanamkan Westernisasi di dunia Islam yaitu Misionarisme, Kolonialisme, dan Orientalisme. Misionarisme adalah bentuk penanaman paham terhadap cendikiawan muslim, remaja muslim bahkan anak-anak muslim, mereka mencoba untuk mencari kelemahan pemahaman dari para cendikiawan terhadap Islam, mengolah bagaimana umat Islam menyelewengkan Islam itu sendiri. Seperti  paham Barat yang tertanam pada umat Islam adalah paham demokratis. Kolonialisme adalah penanaman paham Barat melalui penjajahan. Orientalisme adalah pengkajian Barat terhadap Islam dengan tujuan memperseterukan umat Islam satu dan lainnya. Paham yang dilontarkan seperti paham liberalism, sekularisme, nihilism, dan lainnya.
Liberalisme dan Sekularisme
Paham-paham seperti liberal dan sekuler yang mulai ditanamkan pada dunia Islam apakah pelaku penanaman tersebut sudah pasti Barat? Apakah Barat memang sudah menganut paham tersebut? Dalam buku karangan Hamid Fahmy Zarkasyi yang berjudul “Liberalisasi Pemikiran Islam” mengatakan dari University  of Idaho, Moscow, Idaho menyimpulkan karakteristik pemikiran tokoh-tokoh liberal Amerika Serikat adalah sbb: Pertama percaya pada Tuhan tapi bukan Kristen Orthodok. Kedua , kaum liberal memisahkan antara doktrin dan etika Kristen. Ketiga, kaum liberal tidak ada yang percaya dengan Kristen Ortodok. Keempat, menerima secara mutlak pemisahan gereja dan negara. Kelima, percaya penuh pada kebebasan dan toleransi beragama. Dengan demikian terbuktilah bahwa penganut paham liberal dan sekuler adalah Barat itu sendiri kemudian mereka ingin menyebarkan paham tersebut ke dalam dunia Islam sebagai peluru untuk menghancurkan Islam.
            Dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam, The Asia Foundition kini membantu lebih dari 30 kelompok LSM dalam upaya mereka untuk mempromosikan konsep bahwa nilai-nilai Islam itu dapat menjadi asas bagi sistem politik demokratis, anti-kekerasan dan toleransi beragama. Mereka mencoba untuk mengedepankan titik ajaran Islam tapi dalam ranah pemahaman mereka dan yang sesuai dengan fikiran mereka, seperti HAM, penyatuan antar komunitas, persamaan gender, dialog antar agama, Yayasan ini bekerjasama dengan LSM-LSM yang ormas-ormas dalam usaha mereka menjadikan Islam sebagai media untuk demokratisasi di Indonesia. Ini sebuah kejelasan yang mengindikasikan bahwa cara Barat menanamkan paham liberal di dunia Islam yaitu memperkenalkan elemen-elemen penting dalam peradaban Barat seperti persamaan gender, hak azazi manusia, pluralism agama, demokrasi dan lainnya yang kesemuanya itu berdasarkan cara berfikir Barat. Ada juga cara Barat memperkenalkan liberal dengan menterbitkan buku-buku tenteng liberalism sehingga muncullah statement adanya “Islam Liberal” itulah hasil dari penanaman Barat di dunia Islam.
            Banyak hal yang telah digunakan Barat untuk meliberalkan pemikiran di dunia Islam. Pertama mendramatisir setiap kejadian dimana Islam sebagai subjek dalam kejadian tersebut. Kedua penyebaran teori konsep dan ideology pada bangku-bangku kuliah di perguruan tinggi melalui mulut para intelektual. Ketiga mendanai setiap lembaga-lembaga Kristen, fakta ini diungapkan oleh surat kabar Boston Globe. Dalam artikel di surat kabar itu disebutkan , organisasi-organisasi berbasis agama Kristen yang beroperasi di luar AS, menerima sekitar 98.3 persen dari kontrak dan total dana bantuan yang dianggarkan pemerintahan federal selama tahun fiscal 2001-2005. Lebih dari ini, banyak cara yang digunakan mereka untuk menanamkan paham liberal di dunia Islam seperti melalui globalisasi, media sosial dan lainnya.
            Lantas pemikiran apa saja yang sudah tertanam dalam (aqidah dan syari’ah) Islam saat ini? Saat ini tersebar doktrin relativisme di kalangan umat Islam, paham yang berisi bahwa kebenaran itu sendiri adalah relatif terhadap (tergantung pada) pendirian subjek yang menentukan. Manusia tidak dapat mengetahui kebenaran absolute, bukan hanya di kalangan umat yang awam paham ini tertanam tapi bahkan para cendikiawan muslim pun terpengaruh. Ada juga paham kesetaraan gender, mensetarakan laki-laki dan perempuan dalam segala hal. Laki-laki dan perempuan sama di mata Allah tetapi Allah lebih mengetahui mana hak laki-laki dan mana hak perempuan di dunia, paham kesetaraan gender mengakibatkan kesuitan berpoligami, meningkatkan perceraian karna perselingkuhan saat bekerja, hilangnya pendidikan anak dari orang tuanya. Seperti paham pluralism yaitu paham semua agama itu adalah benar dan semuanya masuk syurga ini juga tertanam dalam pemikiran umat Islam, mereka mencoba untuk menggabungkan antara rasionalitas dengan aqidah dan bermunculanlah syariah yang salah karna pengambilan bibit pemahaman dari paham Barat.

         Kesimpulan
       Dari apa yang telah dipaparkan, mengambil kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya saingan Barat di dalam kebangkitan peradaban. Mereka mencoba untuk meruntuhkan Islam dengan berbagai cara baik terlihat ataupun tak terlihat. Perang pemikiran tentunya cara yang bagus bagi Barat untuk menaklukkan Islam saat ini, menanamkan paham, ideology, kultur, agama, dan budaya Barat di sebut westernisasi. Cara penanaman paham Barat terhadap Islam yaitu dengan tiga cara, Misionarisme, kolonialisme, dan orientalisme. Paham liberal dan sekuler yang digencarkan terhadap Islam tentunya ada beberapa fakta bahwa Barat menganut paham tersebut seperti, Pertama percaya pada Tuhan tapi bukan Kristen Orthodok. Kedua , kaum liberal memisahkan antara doktrin dan etika Kristen. Ketiga, kaum liberal tidak ada yang percaya dengan Kristen Ortodok. Keempat, menerima secara mutlak pemisahan gereja dan negara. Kelima, percaya penuh pada kebebasan dan toleransi beragama. Cara meliberalkan pemikiran Islam yaitu mereka mencoba untuk mengedepankan titik ajaran Islam tapi dalam ranah pemahaman mereka dan yang sesuai dengan fikiran mereka, seperti HAM, penyatuan antar komunitas, persamaan gender, dialog antar agama. Paham liberalism adalah sebuah tantangan terbesar bagi Islam, menjadi gunting dalam selimut, serigala berbulu domba, mereka mencoba untuk memberikan solusi terbaik bagi umat tapi dibalik itu semua mereka sebenarnya ingin menghancurkan umat terlebih pada Islam, memecah belah umat, tidak ada kesatuan maka tidak ada kekuatan bagi Islam.
Oleh : Chandra Pribadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar